隔岸观火 (gé’ànguānhuǒ)

Secara harfiah, peribahasa ini memiliki arti “mengamati api (sesuatu yang terbakar) di seberang daratan”.

Sebagai perumpaan, peribahasa ini sejatinya menggambarkan orang yang tidak peduli dengan orang yang membutuhkan bantuan, tidak merasakan simpati, dan tentu saja tidak tergerak untuk menawarkan atau memberikan bantuan. Pada dasarnya, orang-orang yang seringkali 隔岸观火 (gé’ànguānhuǒ) adalah mereka yang biasanya merasa apabila sesuatu kejadian tidak berpengaruh secara langsung terhadap dirinya, maka itu bukan urusan mereka. Dengan demikian, mereka akan cenderung menghindar atau hanya mengamati supaya tidak terlibat.

 

隔 (gé)        terpisah

岸 (àn)       daratan

观 (guān)  mengamati

火 (huǒ)  api

“Berpangku tangan meskipun tahu orang lain sedang membutuhkan bantuan.”

 

Di masa sekarang, bisa dibilang tingkat kepedulian terhadap orang lain sudah semakin menurun. Selain itu, kondisi tersebut semakin diperparah dengan munculnya tren atau kecenderungan untuk menceritakan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita melalui media sosial. Dorongan untuk segera mengambil foto, menulis cerita,  dan sebagainya tentang suatu musibah yang terjadi, terkadang lebih besar daripada dorongan untuk membantu mereka yang tertimpa musibah tersebut. Dalam kondisi seperti ini, peribahasa ini sangat tepat untuk digunakan.

不要      以为   这   是    别人  的    事情,   便   可      隔岸观火,    迟     早  你   也  会    受      牵连。

Búyào yǐwéi zhè shì biérén de shìqíng, biàn kě gé’àn guānhuǒ,chí zǎo nǐ yě huì shòu qiānlián.

Jangan mengira ini adalah masalah orang lain, lantas bisa berpangku tangan, cepat atau lambat kamu juga akan terlibat.

Les Mandarin - Berpangku Tangan
Berpangku Tangan

Ingin belajar lebih banyak tentang bahasa Mandarin? Segera daftar les Mandarin di “Mandarin For You!”

Related posts

Leave a Comment